print this

Jumat, 25 Oktober 2013

Tugas Softskill 1 semester 5 (Kepariwisataan 2)

Wisata Barito Utara - Kalimantan Tengah
Danau Butong

Danau Butong termasuk kawasan Kebun Rotan Sedatunya seluas kurang lebih 1.500 hektar di desa Butong Kecamatan Teweh Selatan, kurang lebih 40 mkm arah selatan dari ibukota kabupaten Barito Utara Muara  Teweh secara turun temurun dilindungi oleh adat.
Kondisi demikian akhir-akhir ini dikhawatirkan tidak dapat dipertahankan lagi, kawasan ini kian terancam dengan maraknya perijinan pertambangan dan perkebunan besar sawit yang tidak jauh dari kawasan tersebut, malah kini sudah ada ijin pertambangan batu bara tepat dikawasan ini. Terhadap hal ini masyarakat desa Butong dan Yayasan Barito Hijau telah bersepakat melakukan langkah-langkah memperkuat status konservasi adat tersebut, selain secara bersinergi mengembangkan kawasan ini sebagai kawasan wisata alam (ecotourism).


Hutan Gunung Lumut

HL Gunung Lumut merupakan kawasan hutan yang dikeramatkan (sakral) oleh suku Dayak Hindu Kaharingan Kalteng, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan itu, akan menjadi salah satu kawasan konservasi di pulau Kalimantan yang difasilitasi organisasi konservasi alam tersebut.
Ketika seseorang menghembuskan nafasnya yang terakhir, maka itu berarti bahwa orang yang meninggal itu sedang melakukan perjalanan jiwanya menuju ke Gunung Lumut. Gunung Lumut itu berada di Kalimantan Tengah yang dipercayai sebagai gunung keabadian bagi orang-orang yang meninggal menurut kepercayaan orang Benuaq, Tonyooi dan Rentenukng. Di atas Gunung Lumut ada kampung abadi bagi orang-orang yang telah meninggal dunia. Dalam konteks makna budaya ini, kami gunakan istilah eskatologi dalam konteks kebudayaan Benuaq, Tonyooi dan Rentenukng dan termasuk orang Luangan di Kalimantan Tengah.

Hutan Lindung Pararawen



Desa yang terkenal dengan legenda Gunung Pararawen dan sumber air bersih yang mengalir dari gunung tersebut. Desa yang berjarak +- 350 KM dari sisi utara kota Palangkaraya dan sekitar 40 menit menggunakan speed boat dari kota Muara Teweh. Pararawen memiliki luas sekitar 5,300 H dan hampir setengahnya terdiri dari hutan lindung yang menjadi tempat hidup populasi Wakwak (Owa) liar.

Secara geografis berada di 114º 44’ - 114º 50’ BT dan 0º 37’ - 01º 02’ LS. Letak secara administrasi pemerintahan berada pada wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara. Desa sekitar kawasan yaitu Dusun Pararawen Desa Pendreh dan Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah.