print this

Kamis, 14 November 2013

Tugas Softskill ke 3 semester 5

5 Places To Visit In South Korea
Gwangalli Beach (광안리해수욕장)
Gwangalli Beach (광안리해수욕장)

Gwangalli Beach (광안리해수욕장) is 1.4 km long, 64m wide, and is famous for its fine sand. This area has undergone a water cleaning program, and as a result, the water of the beach is pristine. The clean waters of this area also attract many fishermen. You can prepare raw fish dishes on the spot, right after you have caught the fish. For those looking for some action, there is the Olympic Yacht Rental where you can rent yachts. You can also enjoy water-skiing, jet skiing, windsurfing, and other exciting water sports. On the beach there is an outer concert stage where the Busan Ocean Festival and other various events are held. The area has a cultural center, a museum, theaters for plays and movies, an art gallery, TV station, and famous Korean and non-Korean fashion brand name shops. It is a popular gathering place for young
Admission Fees:
Free

Taebaek Guwau Village (Alpine Botanical Garden) (태백 구와우마을(고원자생식물원))
Taebaek Guwau Village (Alpine Botanical Garden) (태백 구와우마을(고원자생식물원))

Guwau Village is located below Pijae Hill (also called Samsuryeong) at the entrance to Maebongsan Mountain. The village got its name because its topography resembles the scenery of nine cows peacefully lying around. The Alpine Botanical Garden is located 800-900 meters above sea level and protects the endangered alpine plant species from disappearing.

The botanical garden also offers visitors an opportunity to conveniently observe some rare flowers and plants. In August, when the sunflowers are in full bloom, the Taebaek Sunflower Festival is held at Guwau Village. In addition to celebrating the area’s wide array of colorful flowers, the festival also has a variety of attractions such as a drawing exhibition, a photo exhibition, and an environmental sculpture exhibition using repurposed materials.
Admission Fees [Highlands Botanical Garden]
Adult 5,000 won / Student 3,000 won
Group (30 persons and more) 3,000 won

Naksan Beach (낙산해수욕장)
Naksan Beach (낙산해수욕장...

Since its opening in 1963, this beach, out of the other 3 beaches in Donghaean (East Coast) continues to have a great number of visitors every summer. Dense pine tree forests, 4 km of white sands, and shallow waters of 1.5m ~ 70m are characteristic of this beach.

Also, Naksansa Temple, one of the eight beautiful sights of the Gwandong area (Gwandongpalgyeong), and the Uisangdae tourist attractions surround this beach, making it even more attractive to visitors. The beautiful four seasons of Seoraksan Mountain can be witnessed in just 10 min. by car, and one can taste delicious seafood at Jeonjinhang, only a 5 min. car ride away.
Admission Fees
Free

Buseoksa Temple (부석사)
Buseoksa Temple (부석사...
Buseoksa Temple is considered a 'masculine' temple. It differentiates itself from other temples by its huge size and the scenery is refreshing and beautiful. Buseoksa Temple was built in 676, when King Munmu (661~681) ruled the Silla Dynasty (57 B.C. ~ A.D. 935), by the founder Uisang (625~702) after he received orders from the King. Later in the 7th year (1016) of the Goryeo Dynasty (918~1392) was in the reign of King Hyeonjong (reign 1010 to 1031) Great Buddhist Monk Wonyung (964~1053) renovated Muryangsujeon (National Treasure No.18). It was renovated several times afterwards.

The legend of lady Seonmyo and Uisang is famous. The two met when Priest Uisang went to Dang (Dynasty of China) to study. When Uisang told Seonmyo he would go back to his country, Seonmyo jumped into the sea and drowned. After death, she became a dragon. Seonmyo followed Uisang to Silla to protect and be with him. When Uisang ran against a crowd that had gathered to stop him from building Buseoksa Temple, Seonmyo brought up stones in the air three times. The stone that floated stands on the left side of Muryangsujeon. Because a wide, flat stone had floated above the ground, the temple was named Buseoksa Temple.

At the entrance of Buseoksa you will see 108 steps between Cheonwangmun gate and Anyangmun gate. The number of steps represents redemption from agony and evil passions through 108 cycles. You will find Buseoksa Temple's Three Story Tower when you pass the Iljumun and Cheonwangmun gates. Above the tower you will see Beomjongru. When you pass Beomjongru, you can see a pavilion called Anyang, which means 'entrance to Heaven'. Go past Anyang Pavillion and you will reach the main building of Buseoksa Temple, Muryangsujeon, which boasts beautiful curved lines of the building structure.

Muryangsujeon is a wooden building made in the Goryeo Dynasty. Inside you will find National Treasure No.45, Sojo Yeorae Seated Figure. There are more National Treasures and relics inside such as the Josadang (National Treasure No.19), Josadang Wall Painting (National Treasure No.46) and the Stone Lantern (National Treasure No.17) in front of Muryangsujeon.
Admission Fees
Adults: 1,200 won / Group: 1,000 won
Youths: 1,000 won / Group: 800 won
Children: 800 won / Group: 500 won

Everland (에버랜드)
Everland (에버랜드)
Everland Resort was opened in 1976 as the first family park in Korea. Though originally called ‘Yongin Jayeon Nongwon,’ the company changed its name to ‘Everland’ to make the name more recognizable to international audiences. The park is home to over 40 heart-pounding rides and attractions. In addition to ‘Safari World’ featuring white tigers, tigers, lions and bears, ‘Herbivore Safari’ opened in April 2010, letting visitors get up close and personal with the safari’s giraffes, elephants, and ostriches. Everland is also known for its gorgeous flower arrangements and beautiful gardens, which have been year-round fixtures since the Rose Festival in 1985. Other great spots for family fun are the Snow Sled (the first and the longest of its kind in Korea), Caribbean Bay (an outstanding water park) and Everland Speedway (a racing track). Full of exciting attractions and entertainment, Everland is one of the most popular places in Korea for families, friends, and couples.

Admission Fees
* One-day Pass
- Daytime: Adults 40,000 won / Teenagers 34,000 won / Children 31,000 won
- Nighttime: Adults 33,000 won / Teenagers 28,000 won / Children 25,000 won

* Two-day Pass
Adults: 64,000 won / Teenagers: 55,000 won / Children: 50,000 won

* Admission Ticket
- Daytime: Adults 33,000 won / Teenagers 28,000 won / Children 25,000 won
- Nighttime: Adults 26,000 won / Teenagers 24,000 won / Children 22,000 won

* Children: ages 36 months-12 / Teenager: ages 13-18
* Nighttime tickets are available starting from 17:00.

Minggu, 10 November 2013

Tulisan Opini (Jurnalistik)


Gunakan Smartphone Secara Bijak
Saat ini kehadiran smartphone di kehidupan sehari hari memang cukup banyak membantu kehidupan manusia. Tetapi bila penggunaan smartphone tidak di lakukan dengan bijak dapat menimbulkan beberapa dampak atau efek buruk bagi penggunanya. Oleh karena itu kita harus tau bagaimana cara menggunakan smartphone secara bijak.
Beberapa dampak atau efek negatif penggunaan smartphone timbul bila pengguna nya tidak menggunakan secara bijaksana. Pertama, penggunaan smartphone secara berlebihan dapat menimbulkan kecanduan bagi penggunanya. Kecanduan terhadap smartphone saat mengganggu aktifitas interaksi sosial di masyarakat. Pengguna cenderung selalu ingin menggunakan atau sekedar melihat smartphone saat sedang melakukan interaksi langsung terhadap orang lain. Itu akan mengakibatkan orang lain beranggapan bahwa pengguna smartphone tidak memiliki minat untuk berinteraksi secara langsung dan menganggap pengguna smartphone itu antisosial. Kedua, smartphone dapat mengganggu pola hidup seseorang. Seseorang yang memiliki kecanduan terhadap smartphone tentu pola hidup akan sedikit berubah dan lama lama akan mengganggu kesehatan pengguna. Pola tidur seseorang dapat berubah jika seseorang tidak menggunakan smartphone secara bijak. Pengguna smartphone kadang menggunakan gadget nya sampai larut malam. Hal tersebut akan mengurangi waktu tidur pengguna nya. Waktu tidur yang ideal adalah sekitar 7-8 jam sehari. Bila pola tidur berubah itu akan menimbulkan masalah kesehatan. Ketiga, pengguna smartphone kadang tidak produktif saat bekerja. Hal itu di sebabkan oleh keinginan untuk melihat smartphone menyebabkan pengguna tidak fokus terhadap pekerjaannya sehingga orang tersebut tidak produktif dalam dunia kerja.
Dari ketiga dampak atau efek buruk yang di timbulkan smartphone seperti yang di sebutkan di atas, pengguna smartphone seharusnya dapat menggunakan gadget yang dimiliki nya secara bijak. Hal tersebut bertujuan agar kita terhindar dari efek buruk yang di timbulkan oleh smartphone. Akan jadi keuntungan sendiri bagi pengguna smartphone bila menggunakan secara bijak, karna pada dasarnya smartphone di buat untuk membantu kehidupan umat manusia.

Tulisan News (Jurnalistik)


11 Korban Heli TNI AD yang Jatuh di Malinau Dievakuasi
Malinau, - Sebelas jenazah korban jatuhnya helikopter angkut MI-17 TNI AD siap dievakuasi dari lokasi musibah yang berada tak jauh dari pos Pamtas RI-Malaysia di Long Bulan, Malinau, Kalimantan Utara. Dua jenazah lainnya masih terkurung di dalam helikopter tersebut. Di sejumlah media dan jejaring sosial, beredar foto kondisi bangkai heli MI-17. Apabila diperhatikan, kondisi heli yang dijaga aparat kepolisian berseragam tersebut tidak memperlihatkan bekas terbakar. Menariknya, meski lokasinya sangat jauh dari Desa Apauping yang ditempuh jalan kaki selama 3 hari, namun warga terlihat mengerumuni bangkai pesawat
Heli MI-17 mengangkut total 19 orang milik TNI AD, Sabtu (9/11/2013) pagi kemarin jatuh di perbatasan Malinau dengan Sarawak, Malaysia, dan menewaskan 5 prajurit TNI dan 8 warga sipil. Heli tersebut nahas saat akan mendarat di lapangan terbuka yang berada dekat dengan pos Pamtas Malaysia. Diduga, Heli kehilangan tenaga saat akan mendarat.
Heli itu membawa logistik untuk misi membangun pos Pamtas RI-Malaysia di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utaa. Keterlibatan warga sipil adalah untuk membantu membangun pos TNI yang menjadi garda terdepan pengamanan perbatasan.

Tulisan Investigasi (jurnalistik)


Hp Rekondisi: Barang Lama di Sulap Menjadi Baru

Apakah HP rekondisi itu? HP rekondisi adalah  HP bekas yang sudah menjadi limbah di luar negeri. Limbah-limbah HP tersebut diambil mesin dan LCD monitornya kemudian dirakit ulang. Sementara casing, charger dan aksesori lainnya diganti baru. Umumnya, HP bekas itu didatangkan dari Negara-negara di Asia seperti Korea, Jepang, dan Cina.

Jika anda sudah sangat sering menggunakan HP atau mengerti tentang seluk beluknya anda pasti akan mengetahui perbedaan HP rekondisi dan yang asli dalam sekali pegang. Spesifikasi rekondisi sangat berbeda dengan ponsel asli. Jadi yang mirip sebenarnya hanyalah tampilan casing, termasuk merek dan serinya. Cirri-ciri lainnya, kualitas suara terdengan jelek dan pecah; anda bisa menguji dengan memutar lagu. Casing ponsel sekilas terlihat mirip asli, tetapi jika diteliti ternyata dibuat dari bahan yang berbeda. Bobot ponsel palsu lebih ringan. Huruf-huruf pada ponsel tampak berbeda.

80% ponsel garansi tidak resmi yang diperjual belikan, battery dan chargernya palsu, termasuk yang dijual di outlet resmi Operator selular, karena itu semua bukan barang baru (barang bekas rusak/reject di luar negeri, diperbaiki dan dibungkus ulang seperti baru, namanya refurbish product atau bahasa Indonesia-nya barang rekondisi).

Kalau tidak mahir membedakan mana yag asli dan palsu, belilah barang yang bergaransi resmi di toko yang penjualnya paling tidak bisa anda percaya.

Jangan mudah tergiur oleh harga murah. Kadang, barang yang dijual murah biar pun ber-garansi resmi ternyata tidak 100% baru atau perlengkapannya sudah ditukar. Segel plastik dan kemasan bagus tidak menjamin. Barang yang terdapat didalamnya.

Jangan sering-sering charge battery ponsel dalam waktu yang lama. Kalo pake battery palsu agak riskan. Bisa meledak. Kalo battery asli paling tidak rusak atau soak dan gampang low-batt, tapi tidak mungkin akan meledak.

Battery diraba dengan tangan kalau bentuknya gelembung/buncit dibagian tengah seperti orang hamil seperti itu tanda-tanda sudah mau keluar isinya alias meledak.

Battery asli (misalnya nokia) dilengkapi hologram asli. Kalau diperhatikan bentuknya sangat jelas. Dua buah tangan sedang bersalaman. Kalau battery digerakkan kiri-kanan-depan-belakang. Disamping hologram ada stiker hitam yang kalau dikerok akan muncul angka yang bisa dicek validitas (keasliannya) di website resmi nokia. Yang palsu hologram tidak jelas Cuma berkilau, warna kekuning-kuningan, tulisannya juga agaj buram, kalau dipegang permukaan battery berbeda dengan yang asli.

Charger asli bisa dipastikan kalau dipegang berasa agak berat dan ada barcodenya. Sedangkan yang palsu sangat ringan dan kasar buatannya, barcode juga tidak terlihat jelas.

Perhatikan kotak ponselnya. Kadang cetakannya buram terkesan murahan dan bahan kartonnya tipis.

Ponsel rekondisi termasuk barang yang berbahaya. Sebab barang yang tidak keluar dari Quality Control pabrik, tingkat radiasi signalnya serta konsumsi daya battery-nya tidak dapat dipertanggung jawabkan

Tulisan Feature (jurnalistik)

Di Bus Kota
Budi, Anto, Tari, Ika, dan Tya merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Jakarta. Mereka berlima sedang berlibur bersama ke jogjakarta mengisi liburan semester yang cukup lama. Sekitar 6 hari mereka berada di Jogja, padahal rencana awal mereka hanya  pergi selama 3 hari saja. Hal itu terjadi karena mereka tidak mendapatkan tiket untuk pulang ke jakarta. Di Jogja mereka pergi ke berbagai spot wisata  yang menarik di sekitaran Jogja bersama sama.
Ada beberapa pengalaman unik yang terjadi saat mereka berada di Jogja, dan beberapa di antara nya terjadi di dalam bus kota di Jogja. Suatu malam saat mereka berada di dalam bus hendak pergi ke daerah Malioboro. Ada sekitar 5 orang waria yang masuk ke dalam bus. Saat itu bus sedang sepi penumpang, hanya ada supir dan mereka berlima, ditambah dengan 5 orang waria tersebut. Waktu mereka berada di Jogja memang terlihat banyak sekali para waria yang tersebar di jalan jalan Jogja. Saat para waria tersebut masuk ke dalam bus terlihat muka mereka berlima menjadi pucat karena takut. Budi dan Anto menyembunyikan rasa takut mereka dengan tidak memandang para waria tersebut, begitu pula Tari dan Tya yang mencoba untuk tetap tenang. Ika yang sedari tadi terlihat panik membuat 2 orang waria datang mendekati mereka. Ika pun tertunduk karena takut. Para waria pun menegor mereka dengan agak tegas. Dua orang waria tersebut merasa tersinggung, karena mereka merasa tidak melakukan apa apa tetapi Ika menunjukan raut wajah dan gerak gerik ketakutan. Para waria tersebut menegur Ika dan berkata  “banyak waria di luar sana jika bertemu dengan orang lain seperti kamu akan langsung marah marah, bahkan tidak segan segan untuk mencelakan orang tersebut”. Ika pun semakin ketakutan saat si waria tersebut berkata seperti itu. Akhirnya pada halte berikutnya Budi, Anto, Tari, Ika, dan Tya mereka memutuskan untuk turun dan melanjutkan dengan bus yang lain. Mereka akhir nya sampai dengan selamat di daerah malioboro dengan menggunakan bus yang lain.
Keesokan hari nya masih di bus kota, mereka berlima baru saja dari tempat wisata yang menarik di Jogja dan hendak pulang ke penginapan dengan menggunakan bus. Dalam perjalanan bus cukup penuh dengan penumpang. Suatu saat naik lah sepasang suami isteri ke dalam bus. Mereka berdua tampak nya sedang tidak harmonis. Budi dan kawan-kawan duduk di belakang sepasang suami isteri tersebut. Tak di sangka tangan sang suami menampar dengan enteng nya. Sang istri hanya terdiam dan tertunduk malu dengan penumpang yang lain. Budi dan kawan kawan pun hanya terdiam menyaksikan adegan tersebut. Sang suami pun akhirnya diam tetapi sesekali dia mengomeli istrinya tersebut. Tak lama kemudian mereka berdua turun, sang suami menarik dengan kasar tangan isteri nya. Di jalan pun mereka kembali beradu mulu. Semua penumpang pun melihat ke arah luar termasuk budi dan kawan kawan nya. Bus pun berlalu begitu saja dan keadaan kembali normal kembali. Budi dan kawan kawan pun akhirnya sampai ke penginapan agar bisa beristirahat.