print this

Minggu, 10 November 2013

Tulisan Investigasi (jurnalistik)


Hp Rekondisi: Barang Lama di Sulap Menjadi Baru

Apakah HP rekondisi itu? HP rekondisi adalah  HP bekas yang sudah menjadi limbah di luar negeri. Limbah-limbah HP tersebut diambil mesin dan LCD monitornya kemudian dirakit ulang. Sementara casing, charger dan aksesori lainnya diganti baru. Umumnya, HP bekas itu didatangkan dari Negara-negara di Asia seperti Korea, Jepang, dan Cina.

Jika anda sudah sangat sering menggunakan HP atau mengerti tentang seluk beluknya anda pasti akan mengetahui perbedaan HP rekondisi dan yang asli dalam sekali pegang. Spesifikasi rekondisi sangat berbeda dengan ponsel asli. Jadi yang mirip sebenarnya hanyalah tampilan casing, termasuk merek dan serinya. Cirri-ciri lainnya, kualitas suara terdengan jelek dan pecah; anda bisa menguji dengan memutar lagu. Casing ponsel sekilas terlihat mirip asli, tetapi jika diteliti ternyata dibuat dari bahan yang berbeda. Bobot ponsel palsu lebih ringan. Huruf-huruf pada ponsel tampak berbeda.

80% ponsel garansi tidak resmi yang diperjual belikan, battery dan chargernya palsu, termasuk yang dijual di outlet resmi Operator selular, karena itu semua bukan barang baru (barang bekas rusak/reject di luar negeri, diperbaiki dan dibungkus ulang seperti baru, namanya refurbish product atau bahasa Indonesia-nya barang rekondisi).

Kalau tidak mahir membedakan mana yag asli dan palsu, belilah barang yang bergaransi resmi di toko yang penjualnya paling tidak bisa anda percaya.

Jangan mudah tergiur oleh harga murah. Kadang, barang yang dijual murah biar pun ber-garansi resmi ternyata tidak 100% baru atau perlengkapannya sudah ditukar. Segel plastik dan kemasan bagus tidak menjamin. Barang yang terdapat didalamnya.

Jangan sering-sering charge battery ponsel dalam waktu yang lama. Kalo pake battery palsu agak riskan. Bisa meledak. Kalo battery asli paling tidak rusak atau soak dan gampang low-batt, tapi tidak mungkin akan meledak.

Battery diraba dengan tangan kalau bentuknya gelembung/buncit dibagian tengah seperti orang hamil seperti itu tanda-tanda sudah mau keluar isinya alias meledak.

Battery asli (misalnya nokia) dilengkapi hologram asli. Kalau diperhatikan bentuknya sangat jelas. Dua buah tangan sedang bersalaman. Kalau battery digerakkan kiri-kanan-depan-belakang. Disamping hologram ada stiker hitam yang kalau dikerok akan muncul angka yang bisa dicek validitas (keasliannya) di website resmi nokia. Yang palsu hologram tidak jelas Cuma berkilau, warna kekuning-kuningan, tulisannya juga agaj buram, kalau dipegang permukaan battery berbeda dengan yang asli.

Charger asli bisa dipastikan kalau dipegang berasa agak berat dan ada barcodenya. Sedangkan yang palsu sangat ringan dan kasar buatannya, barcode juga tidak terlihat jelas.

Perhatikan kotak ponselnya. Kadang cetakannya buram terkesan murahan dan bahan kartonnya tipis.

Ponsel rekondisi termasuk barang yang berbahaya. Sebab barang yang tidak keluar dari Quality Control pabrik, tingkat radiasi signalnya serta konsumsi daya battery-nya tidak dapat dipertanggung jawabkan

Tulisan Feature (jurnalistik)

Di Bus Kota
Budi, Anto, Tari, Ika, dan Tya merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Jakarta. Mereka berlima sedang berlibur bersama ke jogjakarta mengisi liburan semester yang cukup lama. Sekitar 6 hari mereka berada di Jogja, padahal rencana awal mereka hanya  pergi selama 3 hari saja. Hal itu terjadi karena mereka tidak mendapatkan tiket untuk pulang ke jakarta. Di Jogja mereka pergi ke berbagai spot wisata  yang menarik di sekitaran Jogja bersama sama.
Ada beberapa pengalaman unik yang terjadi saat mereka berada di Jogja, dan beberapa di antara nya terjadi di dalam bus kota di Jogja. Suatu malam saat mereka berada di dalam bus hendak pergi ke daerah Malioboro. Ada sekitar 5 orang waria yang masuk ke dalam bus. Saat itu bus sedang sepi penumpang, hanya ada supir dan mereka berlima, ditambah dengan 5 orang waria tersebut. Waktu mereka berada di Jogja memang terlihat banyak sekali para waria yang tersebar di jalan jalan Jogja. Saat para waria tersebut masuk ke dalam bus terlihat muka mereka berlima menjadi pucat karena takut. Budi dan Anto menyembunyikan rasa takut mereka dengan tidak memandang para waria tersebut, begitu pula Tari dan Tya yang mencoba untuk tetap tenang. Ika yang sedari tadi terlihat panik membuat 2 orang waria datang mendekati mereka. Ika pun tertunduk karena takut. Para waria pun menegor mereka dengan agak tegas. Dua orang waria tersebut merasa tersinggung, karena mereka merasa tidak melakukan apa apa tetapi Ika menunjukan raut wajah dan gerak gerik ketakutan. Para waria tersebut menegur Ika dan berkata  “banyak waria di luar sana jika bertemu dengan orang lain seperti kamu akan langsung marah marah, bahkan tidak segan segan untuk mencelakan orang tersebut”. Ika pun semakin ketakutan saat si waria tersebut berkata seperti itu. Akhirnya pada halte berikutnya Budi, Anto, Tari, Ika, dan Tya mereka memutuskan untuk turun dan melanjutkan dengan bus yang lain. Mereka akhir nya sampai dengan selamat di daerah malioboro dengan menggunakan bus yang lain.
Keesokan hari nya masih di bus kota, mereka berlima baru saja dari tempat wisata yang menarik di Jogja dan hendak pulang ke penginapan dengan menggunakan bus. Dalam perjalanan bus cukup penuh dengan penumpang. Suatu saat naik lah sepasang suami isteri ke dalam bus. Mereka berdua tampak nya sedang tidak harmonis. Budi dan kawan-kawan duduk di belakang sepasang suami isteri tersebut. Tak di sangka tangan sang suami menampar dengan enteng nya. Sang istri hanya terdiam dan tertunduk malu dengan penumpang yang lain. Budi dan kawan kawan pun hanya terdiam menyaksikan adegan tersebut. Sang suami pun akhirnya diam tetapi sesekali dia mengomeli istrinya tersebut. Tak lama kemudian mereka berdua turun, sang suami menarik dengan kasar tangan isteri nya. Di jalan pun mereka kembali beradu mulu. Semua penumpang pun melihat ke arah luar termasuk budi dan kawan kawan nya. Bus pun berlalu begitu saja dan keadaan kembali normal kembali. Budi dan kawan kawan pun akhirnya sampai ke penginapan agar bisa beristirahat.

Selasa, 05 November 2013

Tugas Softskill Kepariwisataan Semester 5 (Conversation)

The Conversation Between Tour Guide and Tourist
in Jogjakarta, Indonesia
Me (guide)        : Good morning, my name is joko and i am your guide here for today in jogja. How are you?
Tourist               : i am fine and i am ready to go around jogja with you.
Me (guide)         : ok lets go to my car, i’ll bring you to very beautiful places in jogja with others
Tourist               : ok. I really want to go to prambanan temple, can we go there?
Me (guide)         : ofcourse, it’s on my first list mam.
Tourist               : ok let’s go!
Me (guide)     : oke, we already arrived at prambanan temple. Let me tell you about this temple first. Prambanan temple is extraordinarily beautiful building constructed in the tenth century during the reigns of two kings namely Rakai Pikatan and Rakai Balitung. Soaring up to 47 meters (5 meters higher than Borobudur temple), the foundation of this temple has fulfilled the desire of the founder to show Hindu triumph in Java Island. This temple is located 17 kilometers from the city center, among an area that now functions as beautiful park. Now let’s go around the temple.
Tourist               : do you know the legend behind this temple? Could you tell us?
Me (guide)       : of course, There is a legend that Javanese people always tell about this temple. As the story tells, there was a man named Bandung Bondowoso who loved Roro Jonggrang. To refuse his love, Jonggrang asked Bondowoso to make her a temple with 1,000 statues only in one-night time. The request was nearly fulfilled when Jonggrang asked the villagers to pound rice and to set a fire in order to look like morning had broken. Feeling to be cheated, Bondowoso who only completed 999 statues cursed Jonggrang to be the thousandth statue.
Tourist             : woaah, that’s interesting legend. I want to take some picture here, could you help us for the camera?
Me (guide)       : ok, let me take your picture.
Tourist              : thank you.
Me (guide)       : you’re welcome mam.
Tourist             : do you know how many temple here?
Me (guide)       : Prambanan temple has three main temples in the primary yard, namely Vishnu, Brahma, and Shiva temples. Those three temples are symbols of Trimurti in Hindu belief. All of them face to the east. Each main temple has accompanying temple facing to the west, namely Nandini for Shiva, Angsa for Brahma, and Garuda for Vishnu. Besides, there are 2 flank temples, 4 kelir temples and 4 corner temples. In the second area, there are 224 temples.
Tourist              : wow, thats pretty much temple here. Let’s go around.
Me (guide)       : ok, but twenty minutes more we have to leave this temple to find the restaurant for lunch, after lunch we’re going to go to traditional market in jogja.
Tourist                : thats good, i want to buy some batik for my family.
Me (guide)       : now we’re arrived at Beringharjo market. If you want to buy batik, Beringharjo is the best place because of its complete collections; ranging from batik cloth to batik clothes made of both cotton and silk materials, with the prices ranging from tens thousands to a million. Collection of batik cloth is available in west and north parts of the market. We are here until 4.30 pm.
Tourist               : that’s enough time for me.
Me (guide)         : it’s already 4.30 pm and as i can see you bought a lot of things in there. Haha
Tourist              : yeah, i can’t hold it. When i see some Tees, batik, and accesoris i really want to buy all of them.
Me (guide)      : haha. Actually I want to tell you that this is the end of our tour for today but we still have two days to explore jogja. So we’re going back to your hotel, and we’ll meet again tomorrow at 8 am at the lobby.
Tourist              : ok i am really tired today. See you tomorrow.

source: http://www.yogyes.com/

Jumat, 25 Oktober 2013

Tugas Softskill 1 semester 5 (Kepariwisataan 2)

Wisata Barito Utara - Kalimantan Tengah
Danau Butong

Danau Butong termasuk kawasan Kebun Rotan Sedatunya seluas kurang lebih 1.500 hektar di desa Butong Kecamatan Teweh Selatan, kurang lebih 40 mkm arah selatan dari ibukota kabupaten Barito Utara Muara  Teweh secara turun temurun dilindungi oleh adat.
Kondisi demikian akhir-akhir ini dikhawatirkan tidak dapat dipertahankan lagi, kawasan ini kian terancam dengan maraknya perijinan pertambangan dan perkebunan besar sawit yang tidak jauh dari kawasan tersebut, malah kini sudah ada ijin pertambangan batu bara tepat dikawasan ini. Terhadap hal ini masyarakat desa Butong dan Yayasan Barito Hijau telah bersepakat melakukan langkah-langkah memperkuat status konservasi adat tersebut, selain secara bersinergi mengembangkan kawasan ini sebagai kawasan wisata alam (ecotourism).


Hutan Gunung Lumut

HL Gunung Lumut merupakan kawasan hutan yang dikeramatkan (sakral) oleh suku Dayak Hindu Kaharingan Kalteng, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan itu, akan menjadi salah satu kawasan konservasi di pulau Kalimantan yang difasilitasi organisasi konservasi alam tersebut.
Ketika seseorang menghembuskan nafasnya yang terakhir, maka itu berarti bahwa orang yang meninggal itu sedang melakukan perjalanan jiwanya menuju ke Gunung Lumut. Gunung Lumut itu berada di Kalimantan Tengah yang dipercayai sebagai gunung keabadian bagi orang-orang yang meninggal menurut kepercayaan orang Benuaq, Tonyooi dan Rentenukng. Di atas Gunung Lumut ada kampung abadi bagi orang-orang yang telah meninggal dunia. Dalam konteks makna budaya ini, kami gunakan istilah eskatologi dalam konteks kebudayaan Benuaq, Tonyooi dan Rentenukng dan termasuk orang Luangan di Kalimantan Tengah.

Hutan Lindung Pararawen



Desa yang terkenal dengan legenda Gunung Pararawen dan sumber air bersih yang mengalir dari gunung tersebut. Desa yang berjarak +- 350 KM dari sisi utara kota Palangkaraya dan sekitar 40 menit menggunakan speed boat dari kota Muara Teweh. Pararawen memiliki luas sekitar 5,300 H dan hampir setengahnya terdiri dari hutan lindung yang menjadi tempat hidup populasi Wakwak (Owa) liar.

Secara geografis berada di 114º 44’ - 114º 50’ BT dan 0º 37’ - 01º 02’ LS. Letak secara administrasi pemerintahan berada pada wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara. Desa sekitar kawasan yaitu Dusun Pararawen Desa Pendreh dan Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah.